fbpx

Konsep Rejeki dari Percakapan Om Bob Sadino

konsep rejeki
28
Feb

Konsep Rejeki dari Percakapan Om Bob Sadino

“Hasil tak menghianati proses” atau “Proses tak menghianati hasil”, benarkah kalimat itu?

Seolah menjadi hukum sebab akibat bahwa “Jika Anda bekerja keras, maka PASTI akan menuai HASIL”. Dalam makna sebaliknya “Jika tidak berhasil setelah bekerja keras, maka prosesmu telah berkhianat padamu”. Begitukah? Saat merumuskan serial materi FONDASI BISNIS YANG BERKAH, saya teringat 2 sosok, almarhum ayah saya dan Om Bob Sadino. Selama berguru kepada Om Bob, tak pernah beliau bicara teknis bisnis sedikit pun. Setiap kali pertanyaan saya menjurus ke masalah teknis atau manajemen, beliau selalu melempar, “Jangan tanya aku hal itu Jayaaa…! Tanya ke direktur dan manajerku aja..!”.

Ternyata apa yang beliau ajarkan adalah FUNDAMENTAL sebagai pebisnis yang mengakar kuat, yang nyaris punah saat ini.

Yuk simak percakapan seru saya dengan Om Bob Sadino.

OB: Jaya… kamu bisnis cari apa?
JS: CARI UNTUNG, Om.
OB: Kalo aku bisnis ‘CARI RUGI’.
JS: Maksudnya Om..?
OB: Emang kalo kamu bisnis cari untung, akan selalu untung?
JS: Ya enggak sih..
OB: Trus kalau aku bisnis cari rugi, akan selalu rugi?
JS: Gak juga yah..
OB: Sama aja GOBLOK..!
JS: @#$%^&*()

Dalam kesempatan yang berbeda, Om Bob ‘membuat bingung’ saya lagi…

OB: Jaya… berhentilah ‘berharap’ dalam hidupmu, atau kamu akan kecewa..!
JS: Maksudnya Om?
OB: Emang harapanmu selalu tercapai?
JS: Gak selalu sih…
OB: Selalu TIDAK..!!!
JS: *nunduk diam

Dari 2 percakapan di atas ada benang merah.

Mengerjakan proses adalah kewajiban kita, mendapatkan hasil adalah hak Allah. Renungkan kembali, apakah setiap proses yang sudah Anda lalui dengan benar, maka hasilnya sesuai dengan perhitungan (harapan) Anda? Selain ‘Faktor Langit’, juga diakibatkan kedangkalan ilmu kita untuk memahami variabel kehidupan yang begitu kompleks dan dinamis.

BACA: Akhlak Sebelum Ilmu

Misalnya: Saat kita menyetir mobil dengan benar, apakah kita pasti akan selamat?

Mungkin kita benar, tapi ada orang lain yang tak benar menyetirnya dan ‘dipertemukan’ dengan kita, sehingga musibah pun terjadi. Itulah yang disebut kuasa Allah, alias diluar kekuasaan manusia. Bisnis pun demikian. Meski sudah kita perhitungkan dengan seksama, sedekah berlimpah, leadership bagus, tapi musibah tetap datang. Lantas buat apa kita berusaha? Usaha adalah bagian dari ibadah kita, jika niatnya benar dan prosesnya terjaga.

Usaha adalah proses memantaskan diri untuk ‘mendapatkan dan mengelola’ rejeki. Namun Allah tak ingin kita ‘bersandar’ pada amal kita (termasuk sedekah). Allah hanya ingin kita bersandar kepada-Nya saja. Di sisi lain, Allah tak ingin kita berusaha ‘sakpenake dewe’ dan hanya memperbanyak doa, agar ‘takdirnya bagus’. Allah tak ingin kita frustasi oleh ikhtiar yang kita jalani, maka dari itu diturunkanlah ‘sunatullah’ atau hukum alam.

Jika kita ikuti kaidah-kaidah hukum alamnya, maka ‘kemungkinan besar’ kita akan ‘menuai’ apa yang kita ‘tanam’. Dengan demikian, kita termotivasi untuk terus belajar menguak hukum alam, sebagai bagian dari keimanan kita terhadap kesempurnaan tatanan alam semesta. Berharap terhadap hasil dikarenakan amalan kita, serupa dengan berharap kepada selain Allah. Amalan kita seolah menjadi ‘berhala’ kita. Selain akan membuat Allah ‘cemburu’, juga membuat kita stres saat tak tercapai. Lantas bagaimana seharusnya kita bersikap?

Bertawakal sebelum berikhtiar. Artinya mengimani hasil, bahkan sebelum kita memulai. Sehingga apapun yang terjadi di depan sana adalah kebaikan bagi kita dan wujud kasih sayang Allah kepada kita. Bismillaah… kemudian melangkah..

Mari diskusi bersama di Ecamp 163 Bandung, 19 – 21 Maret 2021. Klik disini untuk langsung mendaftar!

Leave a Reply

Open chat
1
Butuh Bantuan?
Hello, Ada yang bisa kami bantu?