Vika Matin – Ecamp Batch 40 & Rina Kurniawati – Ecamp Batch 29

Pengusaha Kuliner “Bowling”

Project Info

Project Description

Emerentiana Rina Kurniawati (26) yang akrab dipanggil Ria. Di usia muda ia memberanikan diri untuk memulai usaha sendiri di kota kelahirannya Jogjakarta dan berhasil dipilih Microsoft sebagai salah satu wirausaha wanita yang berhasil mengembangkan bisnisnya.

Bersama seorang temannya yang bernama Vika Wulandari Matin dia mulai merintis bisnis di bidang F&B, padahal ia lulusan fakultas MIPA, Universitas Gadjah Mada. Usut punya usut rupanya ia sempat bekerja di Young Entrepreneur Academy (YEA), Bandung. “Waktu itu memang merasa melenceng dari apa yang sudah saya pelajari di kampus tapi nyatanya saya tersesat di jalan yang benar,” selorohnya.

Wanita kelahiran 6 Juli 1987  menceritakan ketika bekerja di YEA barulah ia merasa ada ketertarikan di dunia wirausaha. Kemantapan dan keberanian dirinya ini yang membawanya membuka LingLing Fruit Bar. Dibuka pertama kali pada tanggal 25 NusaFebruari 2013 LingLing Fruit Bar mendapatkan respon yang cukup positif

Sederhana saja LingLing Fruit Bar menjual aneka sup buah yang disajikan dengan beragam buah potong dan juice buah sebagai kuahnya. Apa yang membuatnya berbeda adalah LingLing Fruit Bar ini menyajikan lebih dari 10 pilihan rasa untuk kuahnya. “Kami memang mengusung tema kedai minuman buah yang segar, sehat, dan asik buat nongkrong. Pilihan rasa juicenya juga menambah nilai tambah di LingLing Fruit Bar,” imbuhnya.

di awal Ria dan temannya Vika Wulandari Matin tak mengalami kesulitan ketika memulai usaha ini. Ia menyadari betul usahanya ini akan mengalami masalah dengan permodalan apalagi bisnisnya ini masih tergolong dalam UKM. “Ya kami sadar modal awal usaha akan sulit kami dapatkan, kami kan belum punya track record jadi kemungkinan dilirik oleh pihak bank pasti lebih sulit,” ujar Ria.

Tapi masalah yang dihadapinya di awal ini menyurutkan niatnya, Ria dan Vika putar otak untuk mendapatkan modal awal usahanya. Akhirnya mereka menuangkan konsep bisnis LingLing Fruit Bar dalam bentuk proposal usaha yang kemudian ditawarkan pada teman-teman mereka. Alhasil dengan kegigihannya mereka mendapatkan Rp 60 juta dari 5 orang investor sebagai modal awal.

“Lima orang investor ini selanjutnya berhak atas sebagian dari hasil usaha kami selama 2 tahun bisnis ini berjalan,” terangnya.

Berhasil mendapatkan modal awal ini membuat keduanya semakin serius menggarap bisnis yang dirancang sendiri. Untuk urusan tim management, Ria membagi tugas dengan Vika berdasarkan kemampuan dan keterampilan masing-masing. Ria sendiri bertanggung jawab sebagai manager produksi dan keuangan. Sedangkan untuk urusan pemasaran dan SDM, Vika lah yang bertanggung jawab.

Untuk urusan pemasaran LingLing Fruit Bar ini lebih mengandalkan sosial media dan chanel pemasaran lokal seperti pembagian voucher dan lainnya. Bagi Ria dan Vika pemasaran yang dijalankannya ini prinsipnya adalah low budget but high impact.